Showing posts with label vacation. Show all posts
Showing posts with label vacation. Show all posts

Monday, May 30, 2011

Krakatoa Trip

Hello Traveler, sesuai dengan planning saya, akhirnya Jumat 27 Mei lalu saya berangkat ke Krakatau bersama salah satu Agen Perjalanan semacam backpackeran bersama-sama, begitulah kira2. meeting point kami adalah di Ruang tunggu Terminal Kampung Rambutan jurusan luar kota, jam 9 malam. Malam itu saya datang lebih awal, hujan besar di Depok sejak sore hari tidak membuat semangat saya berkurang untuk berangkat ke one of the famous volcanoes in the world yang sudah lama saya inginkan untuk mengunjunginya. thanks to Bang Hendri yang telah menawarkan trip ini pada saya. dia adalah pemilik Agen Perjalanan (EO Traveling) yang bernama Planet Adventure. saya bersama Liza dan Mita, teman yang saya temui sewaktu trip ke Karimunjawa tahun lalu dan berlanjut menjadi teman hang out, kali ini kami kembali ikut trip bersama. sebelum jam 8 saya sudah sampai dan bertemu dengan Bang Hendri. tak lama yang lain berdatangan dan kamipun berkenalan. Liza dan Mita pun tak lama muncul, kami langsung melepas kangen di terminal yang tidak terlalu ramai malam itu. ada 20 orang yang akan mengikuti Krakatoa Trip ini. selain Krakatau, kami juga akan snorkeling dan beaching di Lagoon Cabe, Umang - Umang Island dan Sebuku Island serta bermalam di Sebesi Island.

Jam 9 malam kami berangkat dari Terminal Kp Rambutan menuju Merak dengan menggunakan bis Laju Prima. Jalanan yang agak rusak saat menuju Merak dan juga bis yang kadang berhenti di beberapa tempat membuat perjalanan kami ke Merak memakan waktu kurang lebih 3 jam. dari Merak kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal ferry menuju Bakauheni. beruntungnya kami karena kapal ferry yang akan berangkat saat itu cukup bagus. dengan hanya membayar tiket Rp 11.000/org, KM Dharma Kencana IX cukup memiliki fasilitas yang boleh dibilang nyaman dan jauh berbeda dengan kapal ferry pada umumnya. dengan adanya tempat untuk penumpang yang ingin tidur, sofa dan juga reclining seat, restorasi, smoking room serta mushola yang semuanya layak. dengan waktu kurang lebih 120 menit, kapal ini akan mengantarkan kami dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Touchdown! Lampung. Hari masih pagi. sekitar jam 5.30. Sabtu pagi yang cerah, kamipun segera mengikuti Bang Hendri yang menyewa angkot dari Bakauheni menuju Dermaga Canti didaerah Kalianda, Lampung Selatan. Saya tidak bisa tidur selama di perjalanan. dari mulai di bis malam ke Merak tadi yang supirnya sempat memasang house music dengan volume cukup kencang ditambah dengan jalanan yg tidak mulus, saya semakin tak bisa memejamkan mata di bis. di kapal ferry yang reclining seat saja sayapun tetap tidak bisa memejamkan mata. aaarrrggh.. beginilah nasibnya karena susah tidur. untungnya di angkot dari Bakauheni menuju Canti sayapun terkantuk dan sempat tertidur sekitar 20 menit di sebelah seorang teman baru yang bernama Mas Donny yang berasal dari kota Solo, namun sudah bekerja sekitar 5 tahun di Jakarta. teman baru yang cukup menyenangkan dengan pembicaraan seputar traveling. perjalanan kurang lebih 1 jam kami tempuh untuk sampai ke Dermaga Canti. segera sebelum kami melanjutkan trip ke Krakatau, toilet yang hanya ada 3 bilik di Canti menjadi rebutan para pengunjung yang pagi hari itu nampak cukup banyak. ada yang akan berangkat trip ke Krakatau juga ataupun ke Kiluan.tak sabar rasanya ingin segera menginjakkan kaki di Anak Gunung Krakatau yang merupakan sebuah legenda serta suatu kekayaan negeri ini yang saya pribadi membanggakannya sebagai warga negara dari bangsa yang kaya akan objek wisata maha indah.

Jam 7.30 kami berangkat ke Krakatau namun sebelumnya singgah di Sebesi Island untuk mengambil makan siang untuk kami nanti. matahari sangat menyinari perjalanan kami siang itu. sunglasses dan sunblock adalah must bring item. Saya duduk di dak bawah kapal motor yang dikemudikan warga sekitar nampaknya, yang disewa oleh Bang hendri sampai besok siang. Ternyata Krakatau tidaklah dekat. Saking semangatnya, sayapun kembali tak bisa tertidur seperti teman – teman yang lain. saya hanya memandang hamparan Selat Sunda yang membiru dengan beberapa Gunung dan bukit terlihat dari tengah perairan.

Sekitar 2 jam lebih akhirnya terlihatlah Anak Gunung Krakatau dan juga Gunung Rakata yang tampak bersebelahan. kami berteriak kegirangan melihat kenampakan tempat yang akan kami tuju. kepulan asap terlihat keluar dari Anak Gunung Krakatau yang berdiri kokoh tepat didepan kapal motor kami. "Subhanallah..." kata pertama yang terucap dari bibir ini dan diiringi dengan antusiasme mengambil gambar Anak Gunung Krakatau atau orang - orang pun biasa menyebut dengan Gunung Krakatau. jepretan demi jepretan dari kamera tak mampu menggambarkan rasa syukur dan bahagia saya bisa melihat salah satu kebesaranNya ini. kapalpun akhirnya merapat persis di kakai gunung. petugas sudah ada di situ. setelah Bang Hendri selesai melapor, kami pun segera menyusuri jalan setapak yang nampak berpasir. saya masih tidak percaya, melihat Krakatau persis di depan nata saya dan malah saya sedang mendaki ke puncaknya. pemandangan yang indahpun terlihat saat mendaki ke atas.
birunya air laut dan gunung serta bukit yang menghiasi sekitar Krakatau menjadi pelipurlara saat kelelahan ditengah perjalanan. jangan lupa membawa air mineral atau minuman ion dan lainnya yang tidaklah memberatkan anda namun bisa menyegarkan saat anda mendaki. sebelum jam 12 siang, akhirnya kaki ini berhasil menapak di puncak Gunung Anak Krakatau. Yak, saya berdiri di sana . Alhamdulillaaaah... Tuhan telah mengabulkan lagi salah satu keinginan saya, yaitu berdiri di Krakatau.

Kami berfoto - foto dan menikmati kelelahan saat menanjak tadi, kelelahan yang sangatlah terbayar saat telah sampai dan mendekat dengan puncak Gunung yang ledakannya dulu konon mengalahkan ledakan bom di Hiroshima, 30.000 kali lebih dahsyat saat Krakatau Purba meletus pada tanggal 26 & 27 Agustus 1883 silam.
siang itu di puncaknya yang dilapisi sulfatara putih sehingga seperti dilumuri sedikit salju, dari puncak Krakatau sempat terlihat asap hitam mengepul, ada letupan kecil yang keluar saat kami berada di atas. saya kembali bersyukur. rasanya bahagia ini tak mampu lagi dilukiskan dengan kata - kata. perjalanan turun kami ke kaki gunung pun jadi tak seberat saat menanjak tadi. terimakasih juga untuk Mas Donny yang membantu mendampingi saya saat turun gunung.
di perjalanan kami bertemu beberapa wisatawan baik dalam ataupun luar negeri yang juga ingin melihat maha dahsyatnya gunung yang pernah membuat dunia gelap beberapa hari karena letusannya. setelah berfoto - foto dan bahkan kamipun sempat bertemu seekor biawak di kaki gunung, kami pun kembali ke kapal dan menuju Lagoon Cabe untuk Snorkeling.
kami makan siang bersama di kapal. menikmati hidangan ala kadarnya yang terasa nikmat karena di santap bersama. saya yang vegetarian, tidak ikut memakan lauk yang disajikan siang itu. untungnya Ibu saya sempat membuat sambel kecap yang terasa pedas dan meningkatkan gairah makan jadinya. sambel kecap dan nasi?? ya tetap enak dimakan di atas kapal bersama teman - teman baru pula. ada dwi yang membawa sambel goreng kentang yang mau berbagi dengan saya dan edie a.k.a brondie (brondong eddie) panggilan kesayangan dari teman - teman pada edie yang usianya kira - kira baru 25 tahun ini yang cukup menghibur kami yang sebagian besar perempuan berusia 27 tahun lebih ;D
oia, bahkan ada 3 orang peserta dari Bandung di trip kami ini. ada Ibu yang usianyapun diatas 40tahun. luar biasa! dia masih bertraveling walaupun sudah memiliki anak. Ibu Ira namanya. ada juga Mba Endah yang sudah seringkali naik gunung juga bersama Bang Hendri yang juga seorang mountineer dengan track record gunung - gunung yang di daki serta kontribusi memberikan rute baru bagi para pendaki di beberapa gunung di Indonesia dan juga telah menulis sebuah buku tentang tutorial pendakian gunung.

Sampai di Lagoon Cabe yang hanya sekitar 20 menit dari Krakatau, kami yang sudah kegerahan sejak tadi, membuat tak sabar ingin segera menceburkan diri ke Lagoon Cabe yang karangnya sudah nampak terlihat saat kapal kami akan bersandar. dan tidaklah salah dugaan saya, spot snorkeling di Lagoon Cabe yang kami kunjungi ternyata memang tidak memiliki kedalaman yang sangat. tak lama saya sudah berada bersama karang dan ikan - ikan di sana. bang Hendri yang membawa kamera underwater tentu saja menjadi incaran para peserta trip. saya sempat menuju ke agak tengah, namun memang tidak dalam dan sepertinya ubur - ubur serta sejenis plankton telah berkenalan dengan kulit saya dan cukup perih, namun terkalahkan rasanya saat saya bisa melepaskan penat dengan melihat kekayaan alam hayati di Lagoon Cabe milik bangsa ini. apalagi saya sempat melepas life jacket dan menyelam sesaat bersama Bang Hendri dan Mas Donny untuk mengambil gambar dalam air.

Selesai sudah kami bersnorkeling di Lagoon Cabe dan kembali ke Sebesi Island tempat kami menginap. daerah yang memang cukup biasa dijadikan penginapan sepertinya. terlihat dari property seperti kasur - kasur yang sudah tersedia berderet - deret di rumah penduduk yang kami sewa untuk bermalam, dan juga katering yang dihidangkan di sebuah tempat seperti aula. nampak ada kelompok trip yang lain juga mempergunakan rumah disekitar kami menginap dan makan bersama kami di aula tsb. oia, jangan khawatir, di Sebesi sana anda juga bisa jajan di warung kecil yang buka 24 jam dan tak jauh dari situ juga ada yang menjual bakso dan mie ayam. hanya jajanan itu yang saya temukan. tak apalah jajanannya apapun, yang pasti anda bisa beristirahat dan bisa melihat sunset serta sunrise di Sebesi Island. cukup indah... dan sangat menyenangkan duduk - duduk santai di pinggiran dermaganya.

Keesokan harinya, Minggu, 29 Mei 2011 kami melanjutkan trip ke Umang - Umang Island yang berada dekat dengan Sebesi Island hanya sekitar 15 menit dari Sebesi. kami akan snorkeling di sana. yang ini membuat saya lebih kaget lagi. kapal diberhentikan di tengah pulau, dan kami mulai menyeburkan diri bersama snorkel gear kami, ternyata ini lebih 'cetek' dari Lagoon Cabe. kaki sayapun sempat terpentok karang beberapa kali. hmmm.. perihnya tak terasa karena ikan - ikan di sini lebih beragam dan saya jumpai beberapa mahluk air yang tak pernah saya lihat. kalau sekedar ikan nemo, itu berseliweran di tengah - tengah Umang - Umang Island. bintang laut berwarna - warni, dan entahlah namanya apa, saya di bawa Bang Hendri bersnorkeling sampai cukup ke tengah pulau dan benar - benar menyenangkan melihat keindahan bawah laut yang membuat semua penat terlepas satu persatu dari otak ini. kami pun merapat ke tepian bergabung bersama peserta trip yang lain yang sedang menikmati sun bathing di pinggir pulau. Mba Santi dengan Brondienya, Mba Achin, juga ada Mira yang katanya selalu mengumpulkan pasir di pantai ataupun pulau mana saja yang dia kunjungi , ada Mba Sansan dan juga Mas Donny. Bang Hendri akhirnya harus 2 x balik ke kapal karena mengambil kamera untuk kami yang tak sabar ingin mengabadikan momen itu dan juga akhirnya membawa Liza serta Mba Alice ke tepian pulau yang cukuplah jauh dari kapal kami berhenti. kami menggila disana. sampai teriknya matahari tak terasa. waktu menunjukkan pukul 11 dan kami segera menuju tempat terakhir sebelum kami akan kembali ke Jakarta melalui Dermaga Canti lagi.

Next destination is Sebuku Island. nice view!! air yang bening dengan gradasi hijau serta biru, dihiasi bukit di sekitarnya serta pasir yang masih nampak putih dan halus membuat wajib mengabadikan pemandangannya.
sayangnya banyak karang dipinggiran pulau ini dan tertinggal sampah seperti bekas makanan dan minuman. semoga anda bukanlah bagian dari orang yang menyisakan sampah jika berkunjung ke tempat wisata yang indah namun jadi tercemar dengan sampah - sampah itu. namun tetap, keindahan Sebuku Island menutup perjalanan kami bersama Planet Adventure dengan penuh senyum dan menimbulkan kerinduan akan keindahan Karimunjawa bagi saya, Liza dan Mita. entah mengapa, Karimunjawa Island bagaikan memiliki magnet yang cukup kuat bagi kami bertiga. Namun pilau - pulau disekitar Krakatau inipun tak kalah indah untuk dikunjungi.

Dua hari sudah saya bersama Liza, Mita dan teman - teman baru dari Krakatau Trip yang dibuat oleh Bang Hendri dengan bendera Planet Adventurenya. menyisakan kenangan dan pengalaman yang menarik serta teman baru yang menyenangkan. kami pun bertukaran nomor telfon dan pin blackberry serta saling menghubungkan diri dijejaring sosial. kami juga membuat grup di BB dan berencana akan mengadakan pertemuan untuk sekedar hang out di minggu depan dan ingin sekali bisa trip bersama lagi.
weekend yang menyenangkan dan tak terlupakan pastinya. bagi anda yang belum sempat berkunjung ke wisata light hiking, snorkeling dan beaching yang terletak di Selat Sunda ini, tak ada salahnya jika memasukkan ke list trip anda. Krakatau, menegangkan namun memuaskan saat bisa menjejakkan kaki di puncaknya. see u on the next trip! ;)





indie :)

Thursday, February 10, 2011

Lombok Island Trip



Helo, traveler… Ada sedikit cerita di akhir Januari kemarin. Akhirnya Kamis malam, 27 Januari 2011 lalu saya menginjakkan kaki di Bandara Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Setelah satu hari sebelumnya sempat berkunjung ke kota Malang tercinta untuk melepas kangen pada teman – teman lama dan juga menjemput Mba Evie, sahabat saya yang juga bersama saya berlibur ke Lombok kemarin. Sehari di Malang saya pergunakan untuk kuliner dan bertemu beberapa sahabat. Oia, saya masih ingat.. saya punya hutang menulis tentang kuliner kota Malang. Semoga setelah ini segera bisa saya bayar :)

Kembali ke cerita liburan di Lombok kemarin. Sampai saat ini, suasana pantai Lombok masih terus terbayang di pikiran saya. Beautiful paradise at West Nusa Tenggara. Gili adalah salah satu pulau yang sejak dua tahun lalu ingin sekali saya kunjungi. Berita tentang cuaca dan ombak yang sedang tidak bersahabat sebenarnya membuat saya agak khawatir, namun tekad menginjakkan kaki serta melihat kebesaran Yang Maha Kuasa akan ciptaannya di negeri ini membuat saya nekad berangkat ke Lombok walaupun banyak berita tentang cuaca buruk di Gili belakangan ini. Jumat pagi, 28 January 2011, saya, Mba Evie beserta teman kami di Lombok yang bernama Evi juga dan suaminya yaitu Mas Yuth serta 2 orang anaknya dan beberapa teman, kami berangkat ke Gili Island di pagi hari. Dari kota Mataram menuju Pelabuhan Bangsal ditempuh dengan jalan darat sekitar 60 menit. Kami melewati Hutan Pusuk. Di sana terlihat pemandangan Gili Island dari kejauhan dan monyet – monyet berkeliaran di hutan yang masih asri itu. Kami sempat berhenti untuk bermain bersama monyet – monyet. Konon ada seekor monyet yang berwarna putih di sana dan beruntung sekali bagi anda jika bisa menemui monyet putih tersebut. Selain itu kami juga melihat transportasi tradisional yang ada di Lombok yaitu Cidomo (Cikar Dokar Motor), alat trasnsportasi ini mirip sekali dengan dokar, namun memakai ban seperti motor.

Begitu sampai di Pelabuhan Bangsal, tempat di mana kami akan menggunakan angkutan umum yaitu perahu motor untuk menyebrang ke Gili, dari kejauhan Gili Island sudah dapat terlihat cukup jelas dari Bangsal. Kami sangat beruntung karena cuaca sangat cerah, matahari bersinar terang dan anginpun bertiup tidak terlalu kencang. Alhamdulillah penyebrangan kami dari Bangsal ke Gili pun berjalan lancar. Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk ke Gili Air, 35 menit ke Gili Meno dan 45 menit ke Gili Trawangan. Sekitar jam 12 siang kami sampai di Gili Trawangan. Beautiful Island! Saya terkagum melihat keindahan pulau yang berada di sebelah Utara Lombok ini yang terdiri dari 3 Gili yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ke 3 pulau kecil di Gili dan memang paling terkenal dengan kehidupan malam dan partynya. Di sana sudah cukup banyak penginapan, café dan juga club malam. Wisatawan yang berkunjungpun lebih banyak dari mancanegara. Sedangkan di Gili Meno memang lebih terlihat sepi dan cocok juga untuk honeymoon ;) Di semua Gili tidak terdapat kendaraan bermotor, sesuai dengan peraturan lokal yang berlaku, yang ada hanya cidomo seperti di Lombok dan juga sepeda yang di sewakan.

Gili Trawangan siang itu bermandikan cahaya matahari, tak sabar ingin melihat keindahan bawah laut di Gili. Segera setelah mendapat spot untuk snorkeling, yg dipilihkan oleh Deny, laki – laki asli Mataram yg sedang ada tugas pekerjaan di Gili Trawangan yg saya kenal dari Mas Yuth. Setelah itu kami menyewa snorkel gear seharga Rp 25.000/day dan Deny pun menemani saya bersnorkeling sampai sore hari. Beragam ikan yang cantik terhampar di pemandangan bawah laut di Gili Trawangan. Saya sempat menjumpai penyu dan juga ikan beragam warna dan ikan nemo tentunya. Sempat beberapa kali saya memegang sesuatu yang berbentuk seperti gel, dan setelah sore hari saya baru tau dari teman - teman bahwa yang saya pegang saat bersnorkeling tadi adalah ubur – ubur yang bisa membuat kulit gatal – gatal. Ada yang disayangkan setelah melihat isi dalam air di Gili, karangnya terlihat banyak yang hancur seperti di bom. Tapi tetap saja keindahan Gili adalah salah satu yang membuat saya bangga menjadi orang Indonesia.

Kami tak sempat bermalam di Gili karena masih banyak tempat yang akan dikunjungi dan sayapun berkata dalam hati, suatu hari saya akan kembali ke Gili dan bermalam di sana serta akan mengunjungi semua Gili. Sekitar jam 4.30 sore, kapal motor kami berangkat dari Gili Trawangan kembali ke Pelabuhan Bangsal. Mulai terasa agak lelah karena bersnorkeling berjam - jam tadi. Sampai di Bangsal kami mandi di rumah keluarga Mba Evi yang persis ada di depan Pelabuhan Bangsal. Beruntung sekali saya mengenal Mba Evi yang asli lombok dan juga suaminya Mas Yuth yang sangat mengetahui Lombok. Saya tidak perlu memakai tour guide untuk mengunjungi objek – objek wisata.

Jam setengah enam kami kembali ke kota Mataram menuju Rembige tepatnya, rumah Mba Evi & Mas Yuth. Luar biasa! Saat perjalanan pulang kami melewati sederet pantai yang indah dan mempesona memperlihatkan sunset senja itu. Lombok memang menyajikan pemandangan yang membuat saya berdecak kagum akan keindahannya. Sampai di kota Mataram, saya diajak makan di Warung Ncim dengan makanan khas Lombok yaitu Ayam Taliwang. Karena saya vegetarian, saya memesan pelecing kangkung yang ternyata rasanya membuat saya ingin menambahkan ke piring makanan saya berulang - ulang. Selain itu juga ada beberuk, makanan khas Lombok seperti pelecing yang isinya terong dipotong kecil – kecil. Pedas sekali, membuat mata segar dan saya kembali berceloteh dengan keluarga Mba Evi Lombok yang sangat ramah beserta Koh Ahong yaitu teman mereka yang turut mengantar kami. Mba Evie sahabat saya pun melahap ayam taliwangnya dengan nikmat malam itu.

Hari kedua, liburan saya dan Mba Evie di Lombok di isi dengan trip ke Lombok Tengah yaitu Kuta Beach dan Tanjung Aan Beach. Kami ditemani Andrey, teman Mas Yuth yang konyol sekali dan cukup menghibur saya dan Mba Evie. Pantai Kuta, Lombok dengan ombak yang cukup tinggi untuk bersurfing ria, saat itu terlihat beberapa wisatawan mancanegara memanfaatkannya untuk surfing. Pantai ini sepi saat saya berkunjung kemarin. AdaNovotel Hotel persis di pesisir pantai, menyenangkan menginap di sana sepertinya. Setelah memotret keindahan Kuta Beach Lombok, saya sempat membawa pulang pasir pantainya yang unik dan jarang dijumpai yaitu yang berbentuk seperti butiran merica. Beberapa anak kecil yang sepertinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar berjualan kelapa muda dan juga aksesoris berupa gelang. Tak ketinggalan kain tenun juga dijual oleh beberapa ibu – ibu di sana dengan penawaran harga mulai dari Rp 30.000. Setelah menikmati pemandangan Kuta Beach kami segera menuju Tanjung Aan yang masih satu gugusan di daerah Lombok Tengah ini.

Sampai di Tanjung Aan Beach saya benar – benar terkagum melihat pantai yang tenang dengan air yang bening berwarna kehijauan serta biru dan terhampar pasir putih serta bukit.
Melihat pemandangan indah ini, saya langsung membatalkan niat untuk berkunjung ke Phuket, Thailand. Untuk apa? Dari situ saya semakin bangga dengan perairan yang dimiliki negeri ini. Selain Lombok sebut saja Karimunjawa yang juga memiliki surga bawah laut dan pemandangan yang indah. Belum lagi Pink Beach yang menyajikan air berwarna merah muda di Nusa Tenggara Timur dan juga Raja Ampat di Papua dan masih banyak lagi tempat indah di negeri ini yang bisa kita kunjungi daripada ke luar negeri. Setidaknya menamati dulu keindahan negeri ini.

Dari Tanjung Aan kami kembali ke Mataram melewati Dusun Sade perkampungan tradisional suku Sasak, yang atap rumahnya terbuat dari alang – alang dan untuk membersihkan rumah tersebut biasanya menggunakan kotoran sapi. Di sini juga terdapat produksi tenun. Sungguh di Lombok ini kaya akan objek wisata. Saya kerasan berada di Pulau Lombok yang menyimpan sejuta keindahan ciptaan Tuhan.

Sore harinya kami menikmati sunset di Malimbu Beach, yang berada di Lombok Barat. Sunset terindah yang pernah saya lihat! Sebelum matahari tenggelam, di kejauhan nampak rombongan dolphin melewati Malimbu Beach.
Luar biasa! Banyak juga penduduk lokal ataupun wisatawan yang menikmati sunset dari tepi jalan raya yang dibatasi layaknya jembatan. Ada beberapa penjual mutiara dan juga pembuat tattoo disitu.

Selesai menikmati indahnya sunset kami pun bergeser ke Senggigi Beach yang satu deretan dengan Malimbu Beach. Senggigi di malam hari memang cukup ramai terutama dengan wisatawan mancanegara di beberapa cafenya, seperti Marina Café, Happy Café ataupun Resto di pinggiran Senggigi Beach yang terkesan romantis untuk dinner dengan live music dan pemandangan pantai. Kami pun sempat menikmati malam di Papaya Café yang juga menyajikan live music. Nampak wisatawan mancanegarapun menikmati alunan musik dari mulai reggae, jazz, sampai musik pop. Kami menghabiskan Sabtu Malam di Senggigi. Seperti tidak ingin kembali ke Jakarta. Saya jatuh cinta dengan kota itu!

Hari ke tiga, kami menyempatkan diri membeli buah tangan untuk keluarga dan teman – teman. Mba Evi Lombok mengantar kami ke Phoenix, pusat oleh – oleh yang berada di jalan Cakranegara. Makanan oleh – oleh khas Lombok yang banyak di situ adalah berbagai jenis kacang mete, dodol, ting-ting, dll. Setelah membeli makanan kami berkunjung ke tempat penjualan grosir Mutiara yang berada di jalan Lingkar selatan, Pagutan Kr. Genteng. Memang ada Sekarbella yang cukup terkenal di Lombok, namun ternyata di Zahara ini lebih murah, karena ternyata para penjual mutiara di Sekarbella pun membelinya dari Zahara ini. Toko yang tidak terlalu besar, namun Mba Evi sudah sangat mengenal si empunya toko. Gelang mutiara yang unik saya dapatkan hanya seharga Rp 70.000 dan beberapa cincin mutiara untuk oleh – olehpun saya beli disini. Banyak ragam dan jenisnya dari mulai mutiara laut sampai mutiara air tawar yang dijual mulai harga Rp 10.000. Selesai berbelanja di sini, kami makan siang di Warung Ncim I. Saya kembali memesan pelecing kangkung. Dan rasanyapun benar – benar enak! Lahap sekali saya menghabiskan sepiring nasi beserta pelecing kangkung dan tempe penyet. Setelah selesai menikmati makan siang dan juga rujak khas Lombok yang sangat pedas dan segar, kami beranjak ke toko oleh – oleh berupa baju, tas dan gantungan kunci serta sandal yang diproduksi sendiri oleh warga Lombok. Toko Arief di Pasar Cakranegara tepatnya, saya membeli beberapa Tshirt Lombok dan juga gantungan kunci. Mba Evie membeli casual dress pula di sana. Akhirnya kami cukupkan siang itu untuk membeli oleh – oleh. Setelah itu kami pun menuju Taman Narmada yang berada di Lombok Barat. Konon ada mata air yang sudah ada dari tahun 1800an di sana dan jika mencuci muka di situ dipercaya bisa membuat awet muda.

Sampai di sana Narmada cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal mapun mancanegara. Namun terlihat lebih banyak wisatawan lokal di Taman Narmada. Setelah memotret beberapa bangunan tua dan Pura, akhirnya saya, Mba Evie dan Andrey memasuki Pura peninggalan kerajaan Mataram yang terkenal paling tua yang ada di Lombok. Di situlah kami mencuci muka dan mengobrol - ngobrol dengan juru kuncinya yang di sebut “Mangku”. Hmm.. Saya berhasil mendapatkan sebatang dupa dari juru kunci Pura. Kami pun kembali ke rumah Mba Evi dan berencana ke Sengigi Beach sore harinya. Namun ternyata memang kami cukup lelah dan sore itu kami mendengar berita bahwa bandara Selaparang di tutup sehingga pesawat kami yg besok pagi seharusnya berangkat jam 7.05 pagi waktu Lombok, ditunda menjadi jam 8.30. akhirnya kami batal ke Senggigi sore itu karena cukup letih juga 3 hari ini berjalan – jalan di Lombok. Tetapi kelelahan kami sangat terbayar dengan keindahan yang disajikan Lombok Island pada kami.

Malamnya kami makan malam di lesehan yang cukup terkenal dan ramai berbagai macam usia mengunjunginya yaitu Taman Udayana. Menyajikan berbagai macam jenis makanan, diantaranya yaitu sate bulayak yang terbuat dari daging sapi. Lagi – lagi karena saya vegetarian, sayapun tidak mencicipi makanan khas lombok tersebut. Malam terakhir di Lombok membuat saya semakin berat meninggalkan Pulau itu. Sampai keesokan harinya saat sudah berada di bandara Selaparang pun, rasanya masih ingin memperpanjang waktu liburan, namun sayang saya sudah harus mulai kembali ke rutinitas lagi Selasa, 1 February. Beranjak dari kota Lombok melalui penerbangan transit Denpasar dan menuju Jakarta cukup meninggalkan jejak mendalam dan membuat saya sampai detik inipun ingin kembali ke Lombok. Serasa ada sesuatu yang tertinggal. Saya berharap semoga bisa kembali lagi menikmati indahnya pemandangan Lombok yang menyimpan banyak tempat yang membuat saya takjub akan kebesaranNya. Saya cinta Indonesia dengan kekayaan dan keindahan alamnya seperti yang baru saja saya tuliskan ini. Untuk anda traveler, Lombok Island wajib masuk di list anda untuk dikunjungi. Anda tidak akan pernah menyesal!

See u on the next trip ;)

Indie

Friday, October 8, 2010

ESTIMASI BUDGET TO KARIMUNJAWA ISLAND

Hello traveler..!! sedang mencari info tentang estimasi budget dari Jakarta menuju Karimunjawa? ok, saya coba share tentang estimasi budget menuju ke Pulau yang sangat indah di Kabupaten Jepara itu. mari kita mulai...

1. Berangkat dari Jakarta bisa menggunakan transportasi darat yaitu bus ke Jepara atau ke Semarang dan juga bisa menggunakan kereta ke Semarang. selain itu anda juga bisa menggunakan transportasi udara yaitu pesawat ke Semarang.

untuk bus anda bisa memilih lewat Pulo Gadung, Rawamangun, Kp Rambutan ataupun Lebak Bulus. kereta bisa dari stasiun Jatinegara atau Senen, yaitu kereta bisnis seperti Bangunkarta tujuan Jombang atau Senja Utama tujuan Semarang dengan harga tiket berkisar antara Rp 100.000 - Rp 130.000. anda juga bisa berangkat dari stasiun Gambir untuk kereta eksekutif yaitu Gumarang, atau Argo Anggrek dengan harga tiket yang berkisar antara Rp 200.000 - 250.000.

Semi backpackers, mungkin inilah yg bisa disebut untuk pilihan saya kemarin. berangkat dari terminal Lebak Bulus menggunakan bus AC Shantika yang tergolong cukup nyaman dengan perjalanan kurang lebih 12 jam Jakarta - Jepara. bus AC ke Jepara ada Shantika, Bejeu, Hartono, dll dengan kisaran harga Rp 120.000 - Rp 150.000. saya sarankan agar anda menggunakan bus langsung ke Jepara, jika anda menggunakan Kapal Feri KMP Muria untuk perjalanan ke Karimunjawa yang berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dari Jepara ke Karimunjawa. atau jika anda memilih menggunakan Kapal Cepat Kartini dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Karimunjawa dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, anda dapat memilih transportasi bus, kereta ataupun pesawat ke Semarang.

2. Alat transportasi untuk menuju Karimunjawa :

Menuju Karimunjawa dapat ditempuh dengan kapal cepat Kartini I dari Semarang, setiap hari Sabtu dan Senin setiap 2 minggu sekali dan dari Jepara setiap hari Senin 2 minggu sekali. Dengan Feri KMP Muria dari Jepara setiap hari Rabu dan Sabtu, dapat pula dengan jalur penerbangan dari bandara A. Yani Semarang dengan pesawat charter jenis CASSA 212, dan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit sampai bandara Dewadaru, Karimunjawa.

KMP Muria :
Tarif Ekonomi : Rp. 30.500, VIP : Rp. 60.250

Jadwal keberangkatan :
Sabtu (Jepara - Karimunjawa) : 09.00-15.00
Minggu (Karimunjawa - Jepara): 08.00-14.00

Senin (Jepara - Karimunjawa) : 09.00-15.00
Selasa (Karimunjawa - Jepara): 08.00-14.00

Rabu (Jepara - Karimunjawa) : 09.00-15.00
Kamis (Karimunjawa - Jepara) : 08.00-14.00

Kapal Cepat KMC Kartini I :

Jadwal keberangkatan :
Sabtu (Semarang - Karimunjawa) : 09.00-12.30
Minggu (Karimunjawa - Semarang): 14.00-17.30
Tarif Bisnis = Rp. 110.000, Eksekutif = Rp. 135.000

Senin (Semarang - Jepara - Karimunjawa) : 07.00-10.00-12.30 *
Selasa (Karimunjawa - Jepara-Semarang) : 11.00-13.30-16.30 *
* 2 minggu 1 kali
Tarif
Bisnis = Rp 65.000 (Jepara - Karimunjawa) + Rp. 62.000 (Jepara - Semarang)
Eksekutif = Rp. 80.000 (Jepara - Karimunjawa) + Rp. 67.000 (Jepara - Semarang)

- PESAWAT

3. Penginapan : ada rumah penduduk/homestay, hotel, wisma apung atau bungalow.
harga penginapan dari mulai Rp 80.000/malam.

4. Makanan : ada soto, gado-gado, bakso ikan khas Karimunjawa, mie ayam, somay, ayam bakar, dan warung yang paling terkenal yaitu Bu Ester. harga makanan berkisar Rp 3.000 - Rp 10.000

5. Sewa perahu motor : Rp 400.000/hari

6. Local tour guide : Rp 150.000/hari

7. Sewa snorkel gear : Rp 25.000/hari

Karimunjawa trip 2 - 5 Oktober 2010 kemarin, saya menggunakan tour agent yang sudah cukup terpercaya di sana yaitu Karimunjawa Info. saya cukup puas dengan service dan fasilitas yang diberikan Karimunjawa Info dengan harga yg terjangkau. silahkan cek harga paket yg diberikan tour agent tersebut ke www.karimunjawa-island.info, dengan harga paket mulai dari Rp 350.000/orang (4 hari 3 malam) untuk paket Roemah Emak Backpackers, ini sudah termasuk tiket PP KM Muria Jepara Ekonomi, makan 4x (BBque 2x, dinner 2x), penginapan, entrance fee, sewa perahu motor & snorkel gear beserta tour guide, dengan mengunjungi total 7 Pulau di Karimunjawa.

mengapa menggunakan tour agent? hal ini memudahkan kita dan menghemat biaya sewa perahu motor dan local tour guide. apalagi jika anda hanya pergi sendiri dari jakarta atau kota asal. silahkan menghubungi Mas Alex/Pak Gadang yang sudah sangat menguasai tour Karimunjawa Island ini di 081325968350/08122912229/081901599000/024 70159000.

jadi kira - kira estimasi budget jika menggunakan tour agent tsb adalah sbb :

- Bis AC Jakarta - Jepara (PP): Rp 240.000 (include dinner)
- Becak ke Pelabuhan Kartini : Rp 5.000
- Becak ke Terminal Jepara : Rp 5.000
- Upgrade transportasi pulang ke Kapal Cepat Kartini : Rp 40.000
- Biaya paket backpackers/homestay (memakai jasa agent Karimunjawa Island Info) 4 hari/3 malam : Rp 400.000
- Makan/jajan : tergantung perut anda, selama 4 hari disana untuk makanan/jajanan saya hanya mengeluarkan uang kurang lebih sebanyak Rp 40.000.


Total budget Jakarta - Karimunjawa PP : Rp 730.000.

jika anda ingin upgrade makanan, transport KM Muria ke AC atau Kapal Cepat, dengan dana tidak sampai Rp 1.000.000 anda sudah bisa menikmati Karimunjawa Island trip selama 4 hari 3 malam melalui agent yang akan membantu anda dalam banyak hal untuk pemula khususnya.

harga souvenir yang dijual mulai dari Rp 4000/pcs. ada gantungan kunci, asbak, tshirt, tas, kerupuk ikan, tirai kerang, hiasan dari kerang, aksesoris, dll.

ok, semoga bisa bermanfaat untuk anda yang ingin mengunjungi salah satu surga dunia bawah laut ini. selamat menikmati perjalanan dan liburan anda. simak juga tips berlibur di Karimunjawa dari saya di tulisan berikutnya.

hava nice trip, guys!! ^^

-ndie :)

Wednesday, October 6, 2010

Karimunjawa Island Trip



dear bloggy,

heiii... i'm back!! seperti janji waktu itu, saya akan share cerita tentang liburan ke Karimunjawa tgl 2 - 5 oktober kemarin. it's very a great vacation!! Pulau yg sangat indah dengan beraneka ragam species laut yg terhampar di Kepulauan Karimunjawa yg terletak di Laut Utara, Utara Jepara, Jawa Tengah itu.

tgl 1 oktober saya berangkat dari terminal Lebak Bulus ke Jepara dengan menggunakan bis AC Shantika. jam 5 sore bis berangkat dari Jakarta dan hanya berhenti sekali untuk makan malam di Pamanukan, Jawa Barat. luar biasa supir bis yg melewati jalur Pantura ini. dengan kecepatan tinggi dan keahlian menyetir yang saya umpamakan kelas advance, saya dan Joe teman saya yg berangkat bersama dari Depok serta Mira, yg kami temui di bis Shantika dan punya tujuan sama ke Karimunjawa. kamipun seperti tiga serangkai dan langsung klop. jam 5 pagi kami sampai di Jepara, di pertigaan menuju Pelabuhan Kartini tepatnya. dari situ kami harus menyambung dengan becak ke Pelabuhan, tempat tour agent kami yaitu Karimunjawa Info akan mulai menghandle trip kami ke Karimunjawa. hanya sekitar 10 menit kami sudah sampai di Pelabuhan Kartini yg pagi itu terlihat sudah ada beberapa orang yg sepertinya satu trip dan satu agent dengan kami dan ada satu rombongan laki - laki yang tampak membuat gaduh pagi itu. kami menunggu di warung kopi yang berada dipinggir pelabuhan sampai kapal ferry yg bernama KM. Muria akan diberangkatkan jam sembilan pagi. lumayan juga disitu kami bisa sarapan dan mencharge henfon. jam 9 tepat KM Muria diberangkatkan dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Pulau Karimunjawa. kurang lebih selama 6 jam didalam kapal ferry yang saat itu cukup penuh dengan penumpang tujuan Karimunjawa yg sebagian besarnya adalah wisatawan lokal seperti kami. sekitar jam 3 sore kami sampai di Pelabuhan Karimunjawa yg sore itu berangin cukup kencang dan gerimis. kami disambut pelangi yang kebetulan nampak menghiasi langit disekitar Dermaga Karimunjawa. akhirnya saya menginjakkan kaki di Karimunjawa yg terlihat masih sangat alami itu.
mas Alex, nama pengurus tour agent kami telah menunggu di dekat dermaga dan kami langsung dibawa supir ke homestay yg sudah diurus oleh tour agent kami itu. kami ditawarkan untuk melihat Pantai Nirwana yang tak jauh dari homestay kami. jam 5 sore kami berangkat ke Pantai Nirwana, sayang sekali kami tidak bisa melihat suset karena awan sore itu mendung. tapi tetap terlihat jelas keindahan Pantai Nirwana.

malamnya acara bebas, kami makan di alun - alun Karimunjawa yg saat malam hari cukup ramai dengan warga yg berjualan makanan. beberapa turispun terlihat makan di situ. makanan standar seperti soto, ayam bakar, somay ikan, dan ada bakso ikan serta warung kopi dan indomie cukup membuat ramai alun - alun yg berada di depan kantor Kecamatan Karimunjawa itu. esok hari trip kami akan dimulai. saya bisa tidur cepat malam itu. mungkin karena lelah diperjalanan dari mulai Jakarta sampai Karimunjawa. yang kalau dihitung perjalanan plus waktu menunggu keberangkatan KM Muria bisa sekitar 22 jam.
oia, listrik di sana hanya menyala pada waktu tertentu. yg pasti dari jam 6 sore - 6 pagi. dan kadang nyala kembali jam 9 pagi - 10 pagi dan mati kembali sampai sore hari. karna itu sebaiknya bawalah colokan sendiri agar tidak perlu mengantri dengan teman saat membutuhkan listrik untuk mencharge henfon dan kamera.

hari kedua di Karimunjawa, yg merupakan trip pertama kami bersama dengan tour agent kami yg telah menyiapkan perahu motor beserta local tour guide yg merupakan penduduk asli sana, dan juga tak ketinggalan perlengkapan snorkeling beserta jaket pelampung sudah disiapkan untuk kami. jam 8 pagi kami memulai perjalanan membelah Lautan karimunjawa ke Pulau Menjangan Besar, tempat penangkaran ikan hiu. di sana kami diperbolehkan berenang bersama baby shark yg tidak perlu dikhawatirkan akan memakan kita :)
setelah itu perjalanan lanjut ke Pulau Menjangan Kecil. kami snorkeling disitu. pulau dan laut yang indah. hati - hati juga dengan species laut bernama bulu babi yg jika anda terkena bulunya yg seperti duri itu, akan membuat gatal, alergi ataupun badan meriang dan ini harus dikeluarkan duri tsb dari bagian tubuh anda yg terkena bulu babi ini, yg konon bisa menembus kulit dan daging tubuh manusia.
di trip inilah akhirnya saya, Joe dan Mira mulai mengobrol-ngobrol dengan segerombolan laki - laki yg saat kami datang ke Pelabuhan Kartini jepara waktu itu sudah ada di sana dan membuat kegaduhan. inilah awal pertemanan kami dan ternyata 10 orang laki - laki ini berasal dari kota Jogjakarta. mereka juga mewarnai liburan kami dengan tingkah laku dan segala leluconnya. so, jangan ragu untuk memulai pertemanan di sana. sampai saya menulis blog ini, kamipun masih berchit-chat ria di group BB yg akhirnya kami buat untuk tetap bisa berkomunikasi dan mulai merencanakan liburan selanjutnya. bahkan bisa ada yg cinlok loh..;p menyenangkan bukan? liburan sekaligus mendapat teman baru untuk liburan selanjutnya ataupun mendapat pacar baru! ;p what a great moment!! :)

dari situ kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Geleang. pulau yg sangat indah dengan air yg sangat jernih. terlihat dari pinggiran pulau dari mulai berwarna bening, hijau, biru tua sampai ke biru. airnya benar - benar jernih. indah sekali pemandangan di Pulau Geleyang yang tak berpenghuni itu.
kamipun lunch bersama di sana dengan makanan yg disiapkan oleh tim dr tour agent kami. ikan bakar pasti jadi menu utama siang itu. setelah selesai makan siang dan beristirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Cemara Besar untuk snorkeling. ombak laut yg cukup pasang membuat perahu motor yg kami tumpangi cukup bergoyang keras. kami tak lama bersnorkeling di Pulau Cemara Besar karena angin dan ombak semakin kencang.
kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanjung Gelam yg seharusnya kami bisa menikmati sunset jika tidak mendung seperti saat itu. namun Tanjung Gelam tetap terlihat indah dibalik awan gelap sore itu. setelah itu kami kembali ke dermaga Karimunjawa dan sekitar jam 5 sore kami sudah ada di homestay dan bersiap untuk makan malam yg sudah disiapkan oleh Ibu pengurus homestay yg kami tempati di sana. homesatay yang cukup layak dan penghuni rumah yg ramah membuat kami merasa di rumah sendiri.

hari kedua, kami memulai perjalanan ke Pulau Kecil. saya dapati pemandangan bawah laut yg sangat indah. saya sangat menikmati terumbu karang yg berwarna warni serta beraneka ragam bentuknya dan belum lagi ikan - ikan yang lucu warna dan bentuknya. ingat ikan nemo kan? saya temui juga di sana. jika anda ingin dikejar oleh ikan2, bawalah roti dan saat bersnorkeling berikan pada ikan2, cukup pegang saja di ujung jari anda, maka ikan2 akan menghampiri anda. senang sekali sampai tangan saya tergigit oleh ikan2 itu. sambil ditemani Pak Doel, local tour guide kami, saya terus menikmati indahnya Pulau Kecil. dan pinggir pantainya pun membuat kami jatuh cinta dengan pulau ini. saya beserta beberapa teman baru yang saya temnui pd trip ini diantaranya Liza dan Mita beserta Joe dan Mira pastinya, kami tidur-tiduran di pantai dan tidak mau beranjak saat Mas Alex, pengurus tour agent mengajak kami bergeser ke Pulau Tengah. Mira teman saya yang sempat jackpot 4 x diperjalanan tadi sudah bisa melupakan mabuk lautnya saat melihat pemandangan indah di Pulau Kecil. cuaca memang sempat agak buruk saat dijalan tadi. ombak sekitar 1,5 meter beserta hujan dan angin menerpa perahu kami. namun keindahan Pulau Kecil membayar itu semua.

lanjut dengan cuaca hujan kami menuju ke Pulau tengah untuk kembali snorkeling. local tour guide kami memang terlihat sangat menguasai lautan itu. tanpa memakai mjaket pelampung, dengan santainya mereka duduk dipinggir kapal motor saat perahu terombang ambing di tengah lautan yang sedang hujan angin itu. sampai di Pulau Tengah yg hanya ditempuh sekitar 30 menit dari Pulau Kecil, hujan semakin deras. namun local tour guide kami menyarankan untuk merasakan snorkeling disaat hujan, karena di laut nanti akan terasa lebih hangat dan tetap menyenangkan. saya nekat turun saat hujan masih cukup besar, ternyata memang hangat didalam air laut saat hujan turun. saya bersnorkeling ditemani Pak Doel sampai cukup jauh dari tempat kami turun dari kapal. alhasil saya balik ke tempat semula dengan menyusuri pantai. disini ada bungalow yg disewakan dan saat itu ada ibu - ibu yg tinggal disitu hanya dengan keluarganya menyediakan minuman dan makanan kecil. anda bisa menikmati kelapa segar dan juga teh dan juga kopi ataupun gorengan. di Pulau tengah ini juga anda bisa berenang bersama ikan hiu yg sudah jinak juga tentunya. setelah beberapa saat di Pulau Tengah, kami melanjutkan perjalanan terakhir kami ke Pulau Gosong Putih yg terletak ditengah lautan dan hanya ada pasir pantai saja disertai air yang bening mengelilingi pulau unik nan indah itu. anda harus mengunjungi pulau ini jika anda ke Karimunjawa. anda tidak akan menyesal. saya jamin! :) salah satu Pulau favorit saya di Karimunjawa selain Pulau Kecil dan pulau Geleang. tak jauh dari Pulau Gosong Putih, terlihat Gunung Karimunjawa yang bersebelahan dengan dusun Kamujun tempat beberapa warga tinggal dan juga ada bandara kecil di dekat situ. hari itu ditutup dengan indah. pengalaman diperjalanan yg menguji nyali, pemandangan yang sangat indah dan teman - teman baru yang menyenangkan. lengkap sekali kebahagiaan dalam liburan saya. kami pun kembali ke dermaga dengan senyum bahagia dan saya pribadi merasa enggan kembali ke Jakarta esok hari. karena saya sudah merasa jatuh cinta dengan Pulau ini dan juga warganya yang ramah. saya membatin, saya pasti kembali :)

hari ke empat kami kembali ke Jakarta dengan Kapal Cepat Kartini. hanya 3 jam sampai di Jepara dan 1 jam lagi anda sudah bisa berada di Tanjung Emas Semarang. kapal yg cukup bagus dan on time. setelah ini akan saya buatkan tips dan itenary Karimunjawa Island. semoga bisa berguna bagi anda yg ingin mengunjungi Pulau yg sangat indah ini yg terletak di Kabupaten jepara dengan total 27 Pulau yg mengelilingi Karimunjawa yang sangat indah dan akan membuat anda terpesona melihat pemandangan dan species lautnya. salah satu surga dunia air yg keberadaannya ada di negara kita ini. recommended place!!

-ndie